
17 Agustus 2011
66 Tahun Indonesiaku Merdeka..
Tahun ini aku merayakan hari kemerdekaan ini dalam suasana yang berbeda
Aku dan 4 diver lainnya mengibarkan Merah Putih di dalam keindahan laut Tulamben Bali
Mungkin inilah cara kami memaknai kemerdekaan Indonesia
Selamat Ulang Tahun Indonesiaku, kami akan selalu bangga menjadi orang Indonesia..
Like this:
Be the first to like this post.
Akhir minggu lalu aku bergabung bersama teman – teman dari Komunitas CoRe (Coral and Reef) untuk menanam coral di pantai sekitar Waka Shorea Resort, Tanjung Kotal di Kawasan Taman Nasional Bali Barat. Kali ini adalah pengalaman pertamaku menanm coral, dan sebagai seorang diver aku sangat terkesan dan menikmati pengalaman ini : )
Komunitas CoRe adalah sekelompok diver yang sudah sekitar 1 tahun ini menanam coral di Tanjung Kotal sekitar Waka Shorea Resort. Lokasi resort ini kurang lebih 15 menit menggunakan perahu dari Pulau Menjangan (salah satu dive spot favorite di Bali). Menurut cerita pantai di daerah ini beberapa tahun lalu mempunyai keindahan coral yang bagus, akan tetapi sekitar tahun 2007 coral di daerah ini sempat diserang “Mahkota Berduri” atau nama lainnya “Acanthaster Plancii” atau “Crown of Thorn” yang mematikan coral di daerah ini.
Dalam jumlah wajar, “Mahkota Berduri” sebenarnya berguna menyeimbangkan laju pertumbuhan karang. Namun sejak predatornya, antara lain ikan napoleon dan kerang triton, habis dieksploitasi manusia, populasi “Mahkota Berduri” di daerah ini meningkat drastis. Akibat populasi yang berlebihan, keberadaan “Mahkota Berduri” malah merusak ekosistem terumbu karang.
Saat itu banyak pihak yang terlibat dalam menyelamatkan coral di daerah ini, terutama ada kekhawatiran “Mahkota Berduri” ini akan menyebar dan mematikan coral di Pulau Menjangan. Sampai akhirnya “Mahkota Berduri” itu berhasil dibersihkan dan diangkat (tercatat ratusan “Mahkota Berduri” yang berhasil diangkat). Tetapi dampak kerusakan dari wabah “Mahkota Berduri” yaitu kerusakan coral, masih terjadi sampai hari ini, banyak coral yang rusak.
Dari cerita singkat di atas, akhirnya Komunitas CoRe ini berinisiatif untuk me-restorasi coral di kawasan ini paska serangan “Mahkota Berduri”, oleh karena itu sejak 1 tahun yang lalu, setiap bulannya mereka menanami coral di lokasi-lokasi yang terkena wabah “Mahkota Berduri” ini. Sampai kemarin aku diving disana aku melihat sudah mulai tumbuh coral-coral kecil yang sehat dan bermacam-macam ikan mulai kembali ke daerah tersebut.
Bulan depan aku akan kembali kesana untuk menanam coral dan memeriksa keadaan coral yang sebelumnya sudah kami tanam. Aku percaya suatu saat “Surga” bawah laut itu akan kembali beberapa tahun mendatang. Syaratnya adalah kita tetap peduli dan tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan : )
Like this:
One blogger likes this post.

photo by : Bali Stingray Divers
Sudah 3 bulan aku tinggal di Bali untuk belajar diving, sebelum memutuskan tinggal di Bali selalu muncul pertanyaan di kepalaku, Kenapa banyak orang belajar diving di Bali ? Bahkan SSI (Scuba School International) mempunyai Kantor Pusat khusus Indonesia di Bali.
Akhirnya pertanyaan itu baru bisa terjawab setelah aku tinggal dan memulai Advance Dive Course di Bali.
- Dive Spot yang lengkap. Ya menurutku itu adalah alasan pertama dan utama kenapa harus di Bali. Semua jenis dive bisa dilakukan di Bali, mulai dari Wreck Dive, Drift Dive, Deep Dive ataupun Night Dive. Dive Spot di Bali tidak saja memberikan jenis yang variatif buat diver, tapi juga memberikan keindahan bawah laut yang luar biasa, hal ini memudahkan bagi mereka yang ingin belajar Underwater Photography, Naturalist, atau Fish Identification. Selain cocok untuk belajar diving, Dive Spot di Bali juga sangat indah untuk dikunjungi, maka mulai terjawablah kenapa industri diving di Bali luar biasa berkembang.
- Akses yang mudah. Menurutku ini adalah alasan kedua kenapa harus di Bali. Hampir semua dive spot di Bali sangat mudah diakses, secara geografis dive spot di Bali terletak tidak jauh dari garis pantai, walaupun kita harus menggunakan perahu, kita tidak perlu jauh untuk sampai di dive spot. Bahkan seperti di Tulamben (salah satu divespot yang paling terkenal dan paling cocok untuk belajar) kita bisa memulai diving dari lepas pantai.
- Masyarakat yang Ramah. Menurutku ini adalah alasan ketiga kenapa harus di Bali. Masyarakat Bali dikenal ramah kepada wisatawan, hal ini juga yang meyebabkan Bali menjadi salah satu destinasi wisata dunia. Selama disini aku bertemu banyak orang asing yang belajar diving di Bali, mereka begitu nyaman dengan suasana Bali termasuk orang-orangnya. Dive Intructor dan Divemaster di Bali sangat ramah (setidaknya selama pengalamanku diving disini).
- Destinasi Wisata Dunia. Kenapa ini menjadi alasan berikutnya? Menurutku posisi bali sebagai destinasi wisata dunia membuat segala sesuatunya mendukung, akomodasi dan informasi sangat mudah di dapat. Mungkin hanya transportasi umum saja yang menjadi kelemahan Bali. Segala kemudahan ini membuat kita tidak takut untuk ke Bali.
Sekarang aku hampir menyelesaikan Advance Dive Course dan masih banyak dive spot di Bali yang belum aku jelajahi.
Semua alasan itu cukup menjelaskan kepadaku bagaimana Bali sangat berpotensi menjadi Pusat Diving Dunia, apalagi menurutku Indonesia dianugerahi keindahan alam bawah laut yang luar biasa.
Biarlah Bali menjadi pintu gerbang bagi dunia luar untuk mengenal Dunia Bawah Laut Indonesia : )
Like this:
Be the first to like this post.
Comment